MUNGKIN

Hari ini aku bangun lagi tentang keinginan ku menjadi seorang ibu. Sadar kembali tentang harapan ku untuk segera memiliki nama panggilan yang abadi, IBU…. Mungkin ini sepenggal cerita ku. Mungkin masih banyak yang memiliki kisah seperti ku, mungkin lebih dari ku atau mungkin lebih menyakitkan dari ku. Ya,… mungkin….Beberapa faktor mungkin dapat menjadi biang keladi dari semua yang aku alami. Ya,.. aku hanya bisa berkata MUNGKIN…. Karena aku tidak tau yang pasti, di mana harus mencari yang pasti, dan seperti apa bentuk PASTI itu. Yang jelas, aku selalu melangkah di jalan-Nya. Entah apa yang orang pikir tentang aku, ya,.. mungkin saja hal baik, atau mungkin hal buruk. Mungkin pikiranmu benar, atau mungkin juga salah,.. ya semua mungkin terjadi. Kemungkinan selalu ada. Kemungkinan selalu muncul disaat yang mungkin kita sedang mungkinkan.

Semakin aku mencoba untuk mewujudkan segala kemungkinan yang aku rajut, semakin mungkin aku akan terjatuh, atau bahkan mungkin lebih parah lagi. Hari ini aku tidak menangis seperti hari-hari yang telah lalu, mungkin karena aku sedang menikmati suasana lain yang menarik pikiran ku. Ya mungkin saja hal lain yang justru mengganggu pikiran ku. Pikiran kusut menimbulkan segala kemungkinan, mungkin ini, mungkin itu. Banyak pikiran, banyak pekerjaan, banyak bicara, banyak aksi membuat banyak kemungkinan bermunculan. Aku hanya dapat memikirkan yang mungkin akan terjadi. Mungkin dengan duduk menikmati secangkir kopi hangat dan kue coklat dapat menjernihkan pikiran ku pagi ini. Mungkin hari seperti kemarin atau hari ini akan datang kembali. Mungkin saja hal yang aku inginkan akan segera terwujud, atau mungkin sebaliknya. Mungkin sebaiknya aku bertanya pada-Nya untuk memastikan kapankah kemungkinan itu akan pasti.

 

Duduk di depan serambi

Sambil menikmati hangatnya kopi

kue coklat kering  menemani

Mungkin kemungkinan ini mimpi

Atau mungkin kemungkinan ini ilusi

Pasti-Nya akan memberi